Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

Bagaimana Menggali ide ?

Ide merupakan hal yang sangat penting dalam menulis. Salah satu hukum menulis mengatakan penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Kenapa ? Karena jika kita tidak suka membaca, ide kita akan mati. Kita akan tergilas oleh perubahan sementara pikiran-pikiran, persepsi dan pandangan kita berhenti pada masa lalu. Seseorang akan sulit menjadi penulis yang baik, manakala bukan pembaca yang baik.

Darimana kita harus menggali ide ? Baca lebih lanjut

Iklan

Juni 15, 2010 Posted by | Artikel, Jurnalistik | , , , , | 1 Komentar

Ayo Menulis !!

ayo menulis

“Berbicara itu mudah, memang. Dan, menulis itu gampang. Hanya, membuat tulisan yang berjiwa atau memiliki roh, itu perlu sentuhan. Sentuhan rasa dan hati” dengan mengutip ungkapan dari salah satu penulis bernama I Wayan Ananta Wijaya.

Menulis adalah potensi yang dimiliki oleh siapa pun. Siapa pun bisa menulis asalkan memiliki komitmen dan tekat yang kuat. Hal yang sama juga dipaparkan oleh Drs.I Made Rena Atmaja, selaku Pembina jurnalistik SMAN 7 Denpasar. “Menulis adalah suatu kebiasaan, kita dituntut untuk lebih sering membaca, karena dari membaca kita dapat mengetahui tulisan-tulisan yang baik”

“Tulisan yang baik adalah tulisan yang mampu menghipnotis pembacanya agar mau mengikuti apa yang ada dalam pikiran kita” Jelasnya. Memang, dalam membuat sebuah tulisan seseorang harus melalui berbagai tahapan proses terlebih dahulu. Diantara proses-proses itu ialah kesetiaan dirinya untuk terus menggali potensi diri, mendalami berbagai teknik pengembangan tulisan serta terus meningkatkan ilmu pengetahuan.

Untuk belajar menulis caranya sangat mudah. Tuliskanlah apa saja yang pernah terlintas di kepala kita. Setiap ide yang muncul harus segera ditangkap. Tak jadi soal tulisan itu tidak selesai dalam satu kali hentakan. Tapi setidaknya akan menjadi tabungan berlimpah manakala suatu saat kita mentok dan menemukannya kembali dalam kertas yang berceceran sebagai harta karun yang paling berharga. Baca lebih lanjut

Maret 25, 2010 Posted by | Artikel, Jurnalistik | , , , , | 175 Komentar

Sejarah Pendidikan Jurnalistik

Pendidikan jurnalistik dewasa ini sangat banyak ditawarkan di perguruan-perguruan tinggi, dan peminatnya pun cukup banyak pula. Di antara para wartawan yang kita kenal di Indonesia, ada yang pernah mengenyam pendidikan formal ini, namun tak sedikit pula yang tidak pernah dirasakannya sama sekali.

Walaupun tidak melalui pendidikan formal, namun seorang wartawan haruslah mengetahui fungsi utama tugasnya sebagai wartawan, yaitu apa yang secara universal dikenal: (1) menyajikan informasi; (2) memberikan pendidikan; (3) memberikan hiburan. Untuk Baca lebih lanjut

Februari 24, 2010 Posted by | Jurnalistik | , , , , , , , , | 2 Komentar