Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

Kuliah Untuk Masa Depan, Kenapa Tidak?


Tiap detik lebih berarti dan tiap menit lebih bermakna, itulah motivasiku untuk jadi lebih baik ditahun 2012.

Tahun lalu merupakan tahun penuh perjuangan bagiku. Setelah menghadapi ujian praktek, UAS, dan UN, aku mempersiapkan diri untuk mengikuti SNMPTN. Setiap hari aku belajar dengan rajin. Aku juga mengikuti les privat serta bimbingan belajar di dekat rumahku. Sebulan penuh aku mempersiapkan diri dengan baik. Orangtuaku terus mensupportku, mulai dari membiayai les, sampai membelikan buku untuk aku pelajari.

Sebulan kemudian. Setelah aku selesai melakukan registrasi, SNMPTN pun dimulai. Pagi hari, aku bersama temanku berangkat menuju tempat tes itu diadakan. Kami semua berdoa bersama agar kami dapat menjawab soal dengan baik. Dengan mengendarai motor, kami berangkat menuju tempat tes. Suasana pagi itu sangat ramai. Banyak peserta dari luar daerah yang mengikuti tes tersebut. Setengah jam lamanya kami dijalan, akhirnya kami sampai ditempat tujuan. Setelah itu, kami dengan sabar mencari ruangan sesuai dengan nomor pendaftaran SNMPTN kami.

Menjelang tes SNMPTN, hatiku dag-dig-dug. Aku berusaha untuk tenang dan ikhlas menerima apapun yang akan terjadi. Setelah soal dibagikan, aku pun menjawab soal tersebut dengan baik. Suasana diruangan sangat hening, semua peserta tampak serius menjawab soal demi soal. Aku pun begitu. Ini semua demi cita-citaku. Menjadi seorang dokter dan untuk  membahagiakan orangtuaku. Jam pun berlalu dengan cepat, beberapa jawaban masih tampak kosong karena memang aku tak tahu jawabannya. Aku ikhlaskan saja, itulah kemampuanku dan aku bangga. Setelah mengikuti tes yang lumayan menguras otak, akhirnya aku pulang. Aku berharap semua usaha yang aku lakukan membuahkan hasil.

Dengan sabar, aku menunggu pengumuman kelulusan SNMPTN. Setelah menunggu cukup lama, pengumuman pun dapat dilihat melalui situs resmi SNMPTN. Aku bergegas menuju warnet karena memang dirumahku tidak ada koneksi internet. Banyak teman-teman yang waktu itu kecewa karena tidak lulus. Ada juga beberapa yang gembira karena berhasil lolos di Universitas yang ia inginkan. Sekedar informasi, kuliah bagiku sangat penting. Kenapa? Karena dengan kuliah aku dapat menentukan masa depanku. Aku juga bisa membanggakan orangtuaku dengan kuliah di Universitas yang bergenggsi. Tapi yang terjadi malah kebalikannya. Aku kecewa. Aku tidak lulus, berat rasanya untuk pulang ke rumah dan memberitahukan kepada orangtuaku.

Aku tak mengerti, apakah pilihanku terlalu tinggi? Aku bodoh? Atau sainganku lebih pintar? aku sedih tidak bisa membahagiakan kedua orangtuaku pada waktu itu. Aku sudah terdaftar menjadi mahasiswa di Universitas swasta yang sebenarnya bukan cita-citaku. Mau tidak mau aku harus berada di sana karena hanya di sana aku diterima. Aku pun bersyukur pada tuhan, karena masih diberikan kekuatan untuk bangkit. Aku sudah pasrah menerima kegagalan itu.  Mungkin tuhan punya jalan lain untukku.

Kini semua rangkaian ujian PTN yang menjadi cita-citaku sudah lewat. Aku tak tau harus melakukan apa. Masih ada satu ujian lagi untuk Perguruan Tinggi Kedinasan yang aku ingin ikuti yaitu Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Aku belajar dirumah dengan tekun dan rajin berdoa. Dari kegagalan itu, aku possitif thinking karena masih bisa kuliah. Banyak dari temanku yang menganggur karena terbentur masalah biaya dan tak dapat kuliah di Universitas yang mereka inginkan.

Bulan demi bulan berlalu. Dengan sabar aku menunggu pendaftaran STAN dibuka. Semakin hari semakin banyak pula godaan yang datang menghadangku. Orangtuaku bertengkar dengan mempermasalahkan SMS dari rekan kerja ayahku. Aku yang sedang belajar lama-kelamaan mulai terganggu, belum lagi adikku yang masih SD melihat adegan yang tak pantas orangtuaku pertunjukkan.

Seminggu sebelum pendaftaran STAN dibuka. Kami sekeluarga dikagetkan dengan meninggalkan kakek kami. Suasana saat itu sedang diliputi duka. Aku hanya bisa pasrah menerima kejadian itu. Di sela kegiatan penguburan kakekku, aku  meluangkan waktu untuk belajar agar dapat lulus di STAN.

Pendaftaran STAN pun dibuka. Aku dengan sigap mendaftar. Pada waktu itu pendaftaran dilakukan via online. Aku yang memiliki keterbatasan dalam koneksi internet akhirnya memutuskan untuk pergi ke warnet dekat rumah. Perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki. Kini selangkah lagi mewujudkan keinginanku. Kegagalan di SNMPTN membuatku cukup kuat untuk bertahan hingga saat ini. Perlahan kemudian aku menghidupkan komputer lalu membuka internet untuk mendaftar online. Hanya dalam hitungan menit, pendaftaran pun selesai.

Aku bergegas kembali pulang untuk belajar, karena aku ingin mempersiapkan diri dengan baik. Buku yang aku beli secara online perlahan ku buka. Kemudian aku belajar dengan serius dalam heningnya malam.

Tepat tanggal 21 agustus Ujian Saringan Masuk STAN dimulai. Pagi-pagi setelah usai melakukan persembahyangan, aku berangkat menuju tempat ujian. Tak lupa aku meminta doa dari kedua orangtuaku melalui handphone karena mereka sedang berada diluar kota. Kini perjuanganku lagi-lagi diuji hari ini. Aku sudah menerima dengan ikhlas apapun hasil yang akan ku terima. Semua soal aku jawab dengan penuh keyakinan. Pengetahuan yang aku dapat dari buku dan bimbingan belajar aku keluarkan.

Penantian yang panjang pun tiba. Hari itu menjadi hari bahagia dalam hidupku. Aku tak percaya, apakah ini mimpi? Ternyata tidak. Namaku terpampang dipengumuman kelulusan itu. Aku pun menagis bahagia. Dengan cepat aku menelepon mamaku. “Maa, aku lulus STAN” mamaku kemudian nangis juga dan bilang “Syukur kamu bisa lulus”. Sungguh sangat terharu. Aku yang ditolak di PTN bisa lulus STAN yang pesaingnya kurang lebih 50.000 orang. Mungkin inilah jalan yang Tuhan berikan. Kini aku dapat kuliah ditempat yang bergengsi dan tentunya dapat membahagiakan orangtuaku.

Hikmah dibalik kejadian ini. Dimanapun kamu nanti kuliah, berjuanglah dengan baik. Tuhan punya jalan yang lebih bagus daripada yang kamu rencanakan. Oleh karena itu, rajin-rajinlah belajar dan berdoa. Ingat, usaha saja tidak cukup. Harus diimbangkan dengan doa. Jadi untuk teman-teman yang tahun ini ingin kuliah ditempat yang diinginkan. Belajarlah mulai dari sekarang. Kuliah itu sangat penting untuk masa depan. Dengan kuliah, kamu bisa membanggakan orangtuamu, dengan kuliah kamu dapat menentukan masa depanmu, dan dengan kuliah juga kamu dapat mengukir prestasi. Selamat berjuang kawan. Kuliah untuk masa depan, Kenapa tidak? (Yudha Surya Pradipta)

April 1, 2012 - Posted by | Artikel |

2 Komentar »

  1. Semuanya sama saja, entah itu PTN, PTS, atau perguruan tinggi lain. pon penting yang harus kita garis bawahi ialah tujuan kita kulah. apa yang menjadi dasar untuk kuliah itulah yang terpenting. apakah hanya sekedar main-main?, atau memang serius ingin menimba diri?. itu semua adalah pilihan. Salam sukses!

    Komentar oleh AspirasiKu | Mei 31, 2012 | Balas

    • iya bang, tapi kita tentu punya cita-cita untuk kuliah di tempat favorit, oh ya, theme aspirasiku pakai theme apa ya? saya kepengen sama themenya😀

      Komentar oleh programa tujuh | Juni 3, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: