Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

Modernisasi Batik, Perkokoh Budaya Bangsa

“Dalam renungan hati yang tak henti, Sang surya tiba hingga terbenam. Engkau duduk dengan selendang kain putih, Dengan piawai tangan melukiskan, Hanya demi sesuap makan”

Yudha Surya Pradipta

Apa yang Anda pikirkan seputar batik? Iya, batik adalah salah satu hasil budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Tapi apakah Anda tahu bukan hanya Indonesia saja yang mempunyai batik? Dan jawabannya pun sama, iya. Bukan hanya di Indonesia saja yang memiliki batik, di negara tetangga pun mempunyai batik. Batik atau membatik itu merupakan jenis teknik melukis di kain dengan canting sebagai alatnya. Jadi tidak salah kalau Malaysia pernah mengklaim batik milik mereka. Nah, yang membedakan batik Indonesia dengan negara lain terletak pada motifnya. Indonesia punya beragam motif batik yang tidak dimiliki negara lain pastinya.

Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit. Batik yang dihasilkan ialah batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. Awalnya batik hanya dikerjakan terbatas dalam keraton saja, dan hasilnya dikenakan untuk raja, keluarga raja, dan pengikutnya. Karena banyak pengikut raja yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa ke luar keraton dan dikerjakan di tempat masing-masing. Zaman pun berkembang, akhirnya kesenian batik mulai diterapkan oleh para wanita untuk mengisi waktu senggang. Dan akhirnya batik sudah menjadi pakaian yang merakyat. Pada waktu itu, bahan pewarna yang dipakai berasal dari pohon mengkudu, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Sedangkan kain putih yang dipakai merupakan hasil tenun sendiri. Baca lebih lanjut

Iklan

Maret 15, 2012 Posted by | Artikel | , | Tinggalkan komentar