Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

SISMA, Sekolah Model?


sekolah modelMungkin kalian bakal bertanya-tanya, apa sih maksudnya “SISMA jadi sekolah model ?” Bukan, SISMA bukan model layaknya para modeling di atas catwalk. Model yang ini jelas beda. Mau tau SISMA seperti apa saat ini? Simak berita berikut ini.

Setiap sekolah baik di Denpasar hingga seluruh Indonesia pun ingin berubah untuk menjadi yang lebih baik lagi. Hal ini lah yang dilakukan oleh SMA Negeri 7 Denpasar. Sebelumnya, sekolah yang dulunya bekas SPG ini sudah menjadi Rintisan Sekolah Kategori Mandiri pada tahun 2007 sesuai Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005. Dan tahun 2010 SISMA telah menyandang predikat Sekolah Kategori Mandiri.

Tak hanya predikat  SKM yang disandang oleh SISMA, kini SISMA juga sudah menyandang predikat sebagai Sekolah Model plus ‘X’. Dimana ‘X’ tersebut adalah SKM (Sekolah Ketegori Mandiri), PBKL (Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal), dan PSB (Pusat Sumber Belajar).

“Berawal dari program direktorat pendidikan SMA sesuai dengan UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional  bahwa satuan pendidikan dapat melaksanakan PBKL sebagai implementasi dari amanat UU tersebut,” jelas Kepala SMA Negeri 7 Denpasar. Direktorat pembinaan SMA melakasanakan program ini selama 3 tahun yang dimulai dari penandatanganan MOU pada saat workshop tanggal 8 Mei 2010 di Bandung, Jawa Barat. Dimana pelaksanaannya sudah dimulai pada awal tahun ajaran 2010-2011 di 132 SMA di Indonesia, dengan 4 SMA di Bali antara lain SMAN 7 Denpasar, SMAN 2 Denpasar, SMAN 1 Karangasem dan SMAN 2 Tabanan.

Keempat SMA tersebut lolos menjadi sekolah model karena telah mencapai 8 standar pendidikan (Standar Isi, Standar Kelulusan & Kompetensi, Standar Pendidik & Tenaga Kependidikan, Standar Sarana & Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan). “SISMA menambah sarana dan prasarana seperti menambah server internet (RIT), untuk kelas X baru pembelajaran menggunakan sistem PSB,  menambah pembelajaran industri (membuat kerajinan) dan pemandu wisata ( Domestic, Jepang dan Inggris), dan penambahan ICT/TIK (LCD di setiap kelas)” ujar Drs. I Ketut Mudita M.Pd selaku Wakasek Kurikulum.

Wah, jadi bangga dengan predikat SISMA sekarang. Dengan umur yang muda, SISMA sudah bisa mewujudkan mottonya yaitu Matuha, Migasa, Mawredya. Jadi, jangan salah mengartikan SISMA menjadi sekolah model ya.

Iklan

Desember 15, 2011 - Posted by | Lapsus | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: