Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

Parhyangan Sekolah Ku


pura“Ketulusan Hati Berbicara, Pura pun Berdiri Megah….”

Bangunan yang memancarkan kesucian, kedamaian, dan keindahan berdiri kokoh dengan di kelilingi gedung-gedung yang lain. Keserasian hubungan antara manusia, lingkungan,  dan Tuhan pun tercipta dan berjalan seimbang.

Mengawali tugasnya dalam menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 7 Denpasar, Drs. I.B. Suyasaputra mempunyai ide untuk merenovasi Padmasana SISMA. Alasannya tak jauh dalam upaya memajukan SISMA di bidang kerohanian. “Latar belakang dalam perenovasian padmasana ini yaitu karena padmasana yang lama sudah tidak representative antara tempat dan tata ruang dari sekolah. Apalagi saya lihat setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, siswa-siswi yang akan sembahyang selalu berdesak-desakan hingga di luar Padmasana,” tukas Beliau selaku  kepala sekolah yang murah senyum ini, yang didampingi Ketua Panitia, I Nyoman Sedana, S.Pd., M.M.

Selain itu Padmasana SISMA yang baru saja direnovasi ini, dan kini deberi nama Pura Sekolah, merupakan suatu cerminan bahwa SISMA telah menerapkan konsep Tri Hita Karana di lingkungan sekolah. Sepintas kita melihat bangunan-bangunan yang berdiri di SISMA, begitu besar, megah, bersih dan indah. Jika tempat yang paling suci tidak dibangun seindah bangunan lainnya, konsep Tri Hita Karana pun tidak berjalan dengan seimbang.

Setelah Pura Sekolah berdiri kokoh di tengah-tengah SISMA, diadakan upacara yang berlangsung selama kurang lebih 1 minggu. Pada acara puncaknya, SISMA kedatangan tamu undangan, salah satunya  Wakil Walikota Denpasar, Bapak  I Gusti Ngurah Jayanegara, S.E. Saat berbincang-bincang dengan Kepala SMA Negeri 7 Denpasar, Wakil Walikota yang baru saja menduduki jabatannya sebagai orang nomo 2 di kota Denpasar mengatakan bangga dengan SISMA, apalagi untuk pertama kalinya beliau datang ke SISMA.

Percaya atau tidak, pembangunan dan upacara di Pura Sekolah  ini menghabiskan biaya hingga setengah miliar rupiah. “Dana untuk pembangunan kita dapat dari Bansos Provinsi dan dana untuk upacaranya diperoleh  dari Komite SMA Negeri 7 Denpasar,  serta sumbangan sukarela dari warga sekolah baik guru, pegawai, alumni, maupun siswa, dan dana punia dari pihak luar,” ujar Pak Suyasa, panggilan akrab Beliau.

“Dengan dibangunnya Pura Sekolah  tersebut, diharapkan agar dapat mewujudkan visi, misi, dan motto SISMA”, tegasnya kembali sembari mengakhiri sesi wawancara ini.

Iklan

Desember 15, 2011 - Posted by | Laput | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: