Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

Budaya ku, Warisan ku “Jangan Bangga dengan Budaya Orang Lain”


HUT ke-19 kota Denpasar yang menjadi sangat spesial di kalangan warga SMA Negeri 7 Denpasar. Walikota Denpasar, menyaksikan langsung serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hut kota Denpasar. Tak ayal, berbagai kreativitas budaya pun digelar

HUT ke-19 kota Denpasar yang diwarnai dengan kegiatan gebyar budaya. SMA Negeri 7 Denpasar yang merupakan salah satu sekolah favorit, tak luput dari kegiatan tersebut. Antara lain lomba membuat tapakan daksina, lomba ngelawar, lomba membuat gebogan, lomba membuat sengkui, lomba membuat sanggah cucuk, dan lomba kebersihan kelas.

Kegiataan yang bertemakan budaya ini dihadiri langsung oleh Walikota Denpasar yang didampingi oleh Bapak I.B. Suyasaputra selaku Kepala SMAN 7 beserta jajarannya, serta ketua panitia CIM Kusuma Widiawati. Sehubungan dengan itu, berbagai ekskul yang berhubungan dengan budaya pun ditampilkan, seperti ekstra tari, ekstra tabuh, gender wayang, makekawin, ekstra tembang dan rindik menunjukan kebolehannya.

Ketika ditanya kesan tentang rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT kota Denpasar di SMA Negeri 7 Denpasar, Walikota (Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.SI.)  yang kembali menduduki jabatan sebagai Walikota Denpasar untuk periode 2010-2015 ini mengatakan bahwa perayaan HUT kota Denpasar di SMA Negeri 7 sudah baik. Beliau merasa senang dan salut ketika melihat anak-anak muda berkreativitas dengan budayanya sendiri.

“Zaman global, menunjukkan kondisi semakin modern. Semua akan mencoba hal-hal baru, seperti budaya yang datang dari luar. Budaya sendiri sepertinya di nomor duakan. Hal inilah harus mendapat perhatian dan mampu dilestarikan dengan cara mempererat hubungan sosial”, ujarnya.

Anak-anak muda jangan alergi dengan budaya sendiri, jangan bangga dengan budaya luar. Untuk tetap mempertahankan eksistensi budaya kita, beberapa cara telah dilakukan seperti festival budaya, gong gebyar, lomba budaya, lomba ogoh-ogoh, dan lomba layangan, serta menyediakan  suatu ruang untuk remaja agar bisa berkreativitas secara positif itulah wadah yang pemerintah siapkan dengan nama Rumah Pintar yang berlokasi di Jalan Kamboja.

“Ada empat faktor pendukung kreativitas pembentuk jiwa kreatif yakni, harus memahami seni, keadaan sosial, mempelajari teknologi maupun sains, dan yang paling penting adalah membentuk etos kerja, jiwa wirausaha” ujarnya sembari tersenyum.

Ketika disinggung tentang harapannya terhadap perkembangan budaya, Beliau mengungkapkan bahwa kita harus terus mengadakan kegiatan budaya. Kita tidak perlu bangga terhadap budaya orang lain, tapi banggalah dengan budaya sendiri. Karena kita sebagai masyarakat Bali telah diwariskan begitu banyak warisan budaya oleh nenek moyang kita.

“Jadilah diri sendiri, jangan bangga dengan budaya orang lain. Ikuti arus global dengan identitas sendiri, jika ada budaya luar yang baik tetapi berbeda dengan budaya kita, gabungkanlah kedua budaya tersebut agar seimbang.” Imbuhnya ketika usai melakukan wawancara dengan tim jurnalis SISMA.

                                                                                                                                                                                                                                            Gung Diah.2p4

Iklan

Desember 14, 2011 - Posted by | Sekilas Info | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: