Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

Cinta Bagaikan Putaran Roda


marmut merah jambuJudul                     : Marmut Merah Jambu

Penulis                 : Raditya Dika

Penerbit              : Bukune

Tebal                     : vi + 222 halaman

Ukuran                 : 13 X 20  cm

Tanggal Terbit   : Juni – 2010

Kategori               : Komedi

ISBN                      : 6028066648

Marmut merah jambu terus menerus jatuh cinta, loncat dari satu relationship ke yang lainnya, mencoba berlari dan berlari dan berlari di dalam roda bernama cinta, seolah-olah maju, tapi tidak… karena sebenarnya jalan di tempat.

Marmut Merah jambu adalah buku ke-5 dari Raditya Dika, setelah sukses dengan buku-buku sebelumnya (Kambing jantang, Cinta brontosaurus, Radikus makan kakus, Babi ngesot). Buku ini masih tetap kental dengan gaya humor dan komedinya Raditya yang bisa membuat kita tertawa terpingkal dan ngakak.

Di buku MMJ (Marmut Merah Jambu), raditya mengambil lebih banyak tema tentang pahit manisnya percintaan. Dia mencoba menggabungkan antara cinta dengan komedy. Tapi bagi yang kurang suka sama cinta-cintaan tenang saja, ada bab-bab yang nggak membahas tentang cinta kok.

Inti ceritanya hampir sama kaya Cinta Brontoaurus, tapi bedanya di Marmut Merah Jambu nge-bahas hal-hal yang lebih nyelekit dan pahit lagi. Gimana rasanya menggabungkan antara sakit hati dengan komedi.

Jadi, kebanyakan cerita di Marmut Merah Jambu adalah pengalaman Raditya Dika jatuh cinta, patah hati, dan penuh pengharapan. Cerita cintanya juga ada yang dari SMP, sampai yang sekarang ini. Ada cerita doi ditolak (sering, btw), naksir, diputusin, dan pengharapan sama hubungan yang baru. Semuanya ditulis dengan gaya komedi.

Marmut Merah Jambu a.k.a MMJ mempunyai cover yang didominasi oleh warna putih, merah jambu (kalo nggak mau disebut pink), dengan gambar-gambar animasi berwarna soft, nggak ketinggalan gambar Radith yang lagi pakai kaos MMJ dengan “ekspresi pantat kesodok”. Pertama kali liat buku ini yang ada di kepala saya buku ini berjenis kelamin PEREMPUAN! Iya, Perempuan! Dimata saya, diliat dari covernya, MMJ itu berjenis kelamin perempuan. Ummm… Raditnya sih tetep berjenis laki-laki lah. Eh, atau udah ganti ya? Hahaha..

Well,  secara keseluruhan buku ini layak untuk dibaca. Sebab buku ini mengajarkan kita, kalau cinta itu membutuhkan konsekuensi. So, buruan beli, sebelum kehabisan.. !(Yudha Surya Pradipta)

Desember 8, 2011 - Posted by | Resensi Novel | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: