Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

Mimpi Besar Kadek Sudiarta


“Pengabdian dan memperjuangkan hak nelayan agar dapat sejahtera jauh lebih berharga dari sekedar harta”  tutur Kadek Sudiarta.

Pangkalan Pendaratan Ikan Sangsit, Dusun Pabean merupakan tempat pelelangan ikan yang ada dibuleleng. Tempat ini menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang tinggal dipesisir pantai. Salah satunya bapak Kadek Sudiarta yang kini menjabat sebagai ketua kelompok nelayan Bhineka Samudra. Lulusan SMA Trisila Surapati ini mengaku sudah hampir 14 tahun ia dan rekannya mengarungi lautan untuk mencari nafkah.

Setelah menikah pada tahun 1995, ia diberkahi  2 orang anak, anak pertama, Luh Putu Sudiani yang masih duduk di bangku SMP kelas 3, kemudian yang kedua, Kadek Ayu Astari kini masih SMP kelas 1. Keluarga yang sederhana dan penuh rasa cinta, keduanya tumbuh dengan bangga, walaupun mereka terbatas oleh biaya, tetapi mereka tetap bersekolah untuk meraih cita-citanya.

Pemilik kelahiran 17 desember 1970 ini sudah malang melintang menyusuri lautan lepas. Baginya lautan adalah tempat untuk melepas penat kehidupan. Kadek (41) selain menjadi buruh pelabuhan, ia juga mempunyai profesi sampingan sebagai nelayan. Istrinya Nengah Sujani hanya sebagai pedagang. Walaupun terjepit keadaan, ia tetap berusaha menafkahi keluarganya. “Situasi seperti ini yang menyebabkan saya menjadi buruh pelabuhan dan nelayan, susah mencari pekerjaan bagi saya yang hanya lulusan SMA” ungkapnya sedih.

Pagi subuh sekitar jam 3 pak kadek sudah berangkat melaut. Ia dan kelompoknya membagi tugas untuk menangkap ikan. Jukung mesin bantuan pemerintah dan yang dibelinya sendiri diturunkan. Bersiap untuk menangkap ikan. Perjalanan yang ditempuh tidaklah mulus, situasi di lautan sangat tidak menentu, “Kami sering menghadapi ombak besar, dan kadang kala kami kehabisan bensin saat pengejaran ikan di tengah laut, namun hal itu dapat diatasi dengan saling tolong menolong” ujarnya.

Sebelum menjadi buruh pelabuhan dan nelayan, ia sempat menjadi buruh serabutan, bekerja mencetak batako pernah dilakoninya demi mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Walaupun pekerjaannya menantang, ini tidak menjadi penghalang, “kalau sudah hobi, pasti akan ditekuni dengan sungguh-sungguh.” Jelasnya.

Mimpi besar saya belum tercapai, ”Saya ingin mengabdi dan memperjuangkan hak nelayan untuk sejahtera, bantuan dari pemerintah sangat kami nanti” ucapnya menutup pembicaraan.

Yudha Surya Pradipta

Iklan

Desember 5, 2011 - Posted by | Profil | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: