Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

Bagaimana Menggali ide ?


Ide merupakan hal yang sangat penting dalam menulis. Salah satu hukum menulis mengatakan penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Kenapa ? Karena jika kita tidak suka membaca, ide kita akan mati. Kita akan tergilas oleh perubahan sementara pikiran-pikiran, persepsi dan pandangan kita berhenti pada masa lalu. Seseorang akan sulit menjadi penulis yang baik, manakala bukan pembaca yang baik.

Darimana kita harus menggali ide ?

Pertama dari bacaan kita. Dengan membaca artikel, opini atau sebuah berita seseorang akan mendapat ide untuk menulis. Misalnya membaca tren bunuh diri yang terus meningkat di Bali membuat seseorang bisa menulis bagaimana penanggulangannya. Tentunya sebuah tulisannya yang baik disertai dengan argumen yang meyakinkan dan sumber-sumber yang memadai.

Ide dapat kita gali dari apa yang kita lihat. Penulis dan pembicara memiliki metode yang sama dalam menggali ide. Bisa saja saat kita berpergian, kita melihat tumpukan sampah kita langsung berpikir bagaimana membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah. Atau kita melihat sebuah tulisan yang bagus pada papan iklan dapat kita tuangkan menjadi tulisan yang menarik.

Ide dapat pula kita gali dari mengikuti berbagai pertemuan, diskusi, seminar atau kegiatan sejenis. Kita bertemu dengan orang-orang yang memiliki pikiran positif yang memberikan kekuatan pikiran kita untuk menulis. Banyak komunitas sekarang melahirkan tulisan pendek atau buku dari hasil diskusi kelompoknya. Seperti halnya Impulse di Yogyakarta banyak melahirkan buku dan tulisan-tulisan dari hasil diskusinya.

Singkatnya, ide menulis dapat kita gali darimana saja, dari segala arah. Selain ide, sebuah tulisan yang baik  berisi hal menarik sehingga pantas untuk diketahui. Kebanyakan kelemahan pribadi dalam menulis di perguruan tinggi baik S1 maupun S2 adalah tidak berani bereksplorasi dengan ide-ide baru dan menampilkan hal-hal baru dalam tulisan. Tulisan tentu saja akan mati, jika tidak ada informasi baru. Inilah kelemahan utama dari kebanyakan tulisan.

Ide baru tentu saja akan terus terlahir manakala kita mengijinkan ide itu menjelma menjadi sebuah tulisan. Jika kita tidak pernah menghargai ide, gagasan dalam kepala kita, tentu ia hanya sekedar lewat tanpa kita beri perhatian. Garaplah sebuah ide, menjadi tulisan menarik dan layak dibaca atau diketahui oleh orang lain. Perlahan, dengan semakin sering menulis, kualitas tulisan kita tentu akan semakin baik. Tetapi jika kita terpaku dalam teori dan rasa takut memulai, kapan kita akan mengkoreksi tulisan kita dan menjadikannya lebih baik ?

Jadi, tulisan harus dikemas menarik, ide menarik atau baru dan ada informasi baru di dalamnya. Atau bukan ide baru, tetapi diberi pandangan-pandangan dan solusi baru yang tentunya lebih dapat diterima dari ide yang ada sebelumnya. (surpipenulismuda.wordpress.com)

Iklan

Juni 15, 2010 - Posted by | Artikel, Jurnalistik | , , , ,

1 Komentar »

  1. tobp infonya mas…

    makasih banyak…

    salam kenal…

    Komentar oleh camera | Juni 15, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: