Journalist Club Sisma

Berdiri, Berlari, Mengejar Informasi

Ni Luh Dwi Indrayani, Berkah Kegagalan

Ni Luh Dwi Indrayani

Tiap detik lebih berarti dan tiap menit lebih bermakna, itulah pegangan hidup dari Ni Luh Dwi Indrayani. Seorang yang memiliki watak sederhana namun cerdas dalam berpikir. Baca lebih lanjut

Maret 25, 2010 Posted by | Berita Kisah | , , , | 177 Komentar

Ayo Menulis !!

ayo menulis

“Berbicara itu mudah, memang. Dan, menulis itu gampang. Hanya, membuat tulisan yang berjiwa atau memiliki roh, itu perlu sentuhan. Sentuhan rasa dan hati” dengan mengutip ungkapan dari salah satu penulis bernama I Wayan Ananta Wijaya.

Menulis adalah potensi yang dimiliki oleh siapa pun. Siapa pun bisa menulis asalkan memiliki komitmen dan tekat yang kuat. Hal yang sama juga dipaparkan oleh Drs.I Made Rena Atmaja, selaku Pembina jurnalistik SMAN 7 Denpasar. “Menulis adalah suatu kebiasaan, kita dituntut untuk lebih sering membaca, karena dari membaca kita dapat mengetahui tulisan-tulisan yang baik”

“Tulisan yang baik adalah tulisan yang mampu menghipnotis pembacanya agar mau mengikuti apa yang ada dalam pikiran kita” Jelasnya. Memang, dalam membuat sebuah tulisan seseorang harus melalui berbagai tahapan proses terlebih dahulu. Diantara proses-proses itu ialah kesetiaan dirinya untuk terus menggali potensi diri, mendalami berbagai teknik pengembangan tulisan serta terus meningkatkan ilmu pengetahuan.

Untuk belajar menulis caranya sangat mudah. Tuliskanlah apa saja yang pernah terlintas di kepala kita. Setiap ide yang muncul harus segera ditangkap. Tak jadi soal tulisan itu tidak selesai dalam satu kali hentakan. Tapi setidaknya akan menjadi tabungan berlimpah manakala suatu saat kita mentok dan menemukannya kembali dalam kertas yang berceceran sebagai harta karun yang paling berharga. Baca lebih lanjut

Maret 25, 2010 Posted by | Artikel, Jurnalistik | , , , , | 175 Komentar

Cara Mudah Membangkitkan Gairah

Category: Books
Genre: Literature & Fiction
Author: Waitlem

Penerbit: Yayasan Citra Budaya Indonesia
Cetakan: Pertama
Padang, Oktober 2007
Halaman: 110
Harga: Rp. 22.500,-.

Membeli buku ini selain karena tema yang memang sedang dicari, tapi juga karena penampilan yang imut. Sangat terkesan dengan simpel dan tipisnya. Pewajahan cover baik depan dan belakang juga sesuai dengan selera saya. Dari semua hal tersebut, seolah buku ini akan memberi banyak kemudahan, bukannya setumpuk teori yang justru akan menambah kepusingan pembaca yang notabene sedang belajar menulis.

Merujuk pada judulnya, isi buku ini benar-benar provokator yang sangat baik. Seolah tidak ada sulitnya untuk menulis. Hanya satu hal yang perlu kita perlu lakukan. Ketik satu kata dan biarkan pikiran yang mengendalikan semuanya hingga satu tulisan itu selesai. Jangan pernah pikirkan, tulisan itu akan jadi berapa halaman, kapan selesainya, dan lupakan (dulu) segala teori akademis yang memberi setumpuk syarat. Misalnya, tata bahasa, pemulisan ejaan dll. Baca lebih lanjut

Maret 24, 2010 Posted by | Resensi Buku | , , , | 9 Komentar

Ogoh – Ogoh , Ragam Budaya Bali

Maret 14, 2010 Posted by | Ogoh-Ogoh | , , , , , , , | 45 Komentar

Perjuangan Demi Sebuah Fakta


Judul Films : Shattered Glass
No. SLS :153/VCD/R/2.2007/2005
Kategori :Remaja

Menjadi seorang wartawan sebuah majalah ternama ternyata menjadi sebuah tantangan bagi Stephen Glass (Hayden Christensen), majalah “New Republic” merupakan majalah ternama yang khusus dibaca oleh presiden,pembuat UUD. Salah satu artikelnya menjadi bahan perdebatan oleh majalah lain yang mempertanyakan keaslian dari sumbernya. Jabatanya pun menjadi taruhannya, sementara itu editornya tidak mau kalau sampai nama New Republik menjadi hancur hanya karena ketidaktelitian wartawannya.

Menjadi seorang wartawan tidaklah mudah, hal itu dirasakan oleh Stephen Glass dalam menulis artikelnya yang berjudul ‘Hack Heaven’. Dalam film ini diceritakan mengenai kehidupan sebagai seorang jurnalistik. Berbeda halnya dengan film yang sempat dibintanginya seperti, ‘Jumper’ dan ‘Star Wars’. Film yang bergenre drama ini mengisahkan kehidupan nyata seorang wartawan majalah ternama dan juga berprofesi sebagai guru SMA, dan juga mengangkat ketatnya persaingan antar perusahaan majalah. Namun terdapat beberapa adegan yang tidak senonoh yang membuat kelemahan pada film ini, apalagi jika disiarkan kepada masyarakat luas khususnya bagi remaja. Baca lebih lanjut

Maret 2, 2010 Posted by | Resensi Film | , , | 87 Komentar

“Pemerintah Semangat, Siswa Nduk”


Bertambahnya jumlah penduduk, menambah padat kendaraan dan berpengaruh terhadap kemacetan yang semakin padat. Apalagi di zaman semodern ini, apakah bus sekolah dapat mengurangi kemacetan tersebut? Berikut petikan wawancara kami dengan Bapak Hari Edy, Kepala Bidang Angkutan, Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

W: Di zaman maju ini, dengan kemajuan teknologi berpengaruh pada pertumbuhan jumlah kendaraan di Denpasar yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Menurut Bapak apa solusi terbaik untuk memecahkan masalah tersebut?
N: “Solusi yang dapat digunakan yaitu pengoperasian angkutan umum. Dilanjutkan dengan memperbaiki kualitas angkutan umum”.
W: Menurut pandangan Bapak, apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama kemacetan lalu lintas di Denpasar?
N: “Pertumbuhan jumlah kendaraan tidak sebanding dengan luas jalan yang ada. Dan juga disebabkan masyarakat malas menggunakan kendaraan umum karena tidak ekonomis. Jika itu terus terjadi maka lahan di Denpasar akan makin sempit”.
W: Dalam usaha untuk mengurangi kemacetan, bagaimana dengan pengoperasian bus sekolah di Denpasar?
N : “Kita akan mengarah ke sana untuk bis sekolah. Sasaran kami kali ini mengarah ke sekolah – sekolah yang ada di Denpasar. Kami mengadakan pertemuan di sekolah favorit seperti SMA N 4 Denpasar. Tujuanya untuk menginfentarisasi kemana saja tujuan – tujuan para siswa. Agar kami bisa menyiapkan jumlah kendaraan yang nantinya akan dipakai”. Baca lebih lanjut

Maret 2, 2010 Posted by | Wawancara | , , , , | 12 Komentar

Ku Tunggu Bus Sekolahku

Bus sekolah atau kendaran pribadi ? Menurut kalian manakah yang lebih efisien di era modern ini ? Guna mengurangi kemacetan lalu lintas yang sering kita temui saat ini.

Di era hidup yang modern ini, bus sekolah semakin berkurang, kini para pelajar lebih senang menggunakan kendaraan pribadinya untuk bersekolah. Seperti sepeda motor dan bahkan ada para pelajar yang menggunakan mobil pribadinya . Alasannya karena mereka ingin privasinya dapat dijaga. Alasan mereka masul akal juga, tetapi lebih baik bila menggunakan bus sekolah. Karena dapat menghemat uang jajan dan mengurangi polusi udara.
Bus sekolah ternyata dapat mengurangi emisi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. Hasil yang kita temui di lapangan, ternyata lebih dari 40% pengguna sepeda motor di jalan adalah para pelajar. Jadi kita bisa temui di siang hari saat pulang sekolah di masing-masing sekolah. Baca lebih lanjut

Maret 2, 2010 Posted by | Artikel, Opini | , , , , , | 17 Komentar