Kronologi Video Kekerasan Cewek Bali
Aksi kekerasan ABG ini terjadi pada Desember 2011. KA, 16 tahun, korban, punya utang sebesar Rp 200 ribu kepada salah seorang teman satu geng motornya. Menurut KA, dia bergabung dengan geng motor Cewek Macho Performance (CMP) itu sejak setahun sebelum dianiaya.
Kronologinya berawal ketika KA dijemput dua di antara pelaku dengan menggunakan sepeda motor untuk bertemu di sebuah lahan kosong di Denpasar. Di situlah dia diinterogasi soal jaket. Penganiayaan sepertinya telah direncanakan dengan adanya gunting dan botol bir yang sudah disiapkan sebelumnya.
KA dikerubuti beberapa teman wanitanya. Dari pembicaraan dengan bahasa Indonesia campur Bali itu, terdengar seorang dari mereka menagih uang sebesar Rp 200 ribu kepada korban dengan menggunakan bahasa Bali dan Indonesia. Setelah itu, sejumlah pukulan dilayangkan ke muka korban yang berbaju ungu dan hanya bisa menangis itu. Read more »
Empat ABG Pelaku Kekerasan di Bali Jadi Tersangka
Polisi Kota Denpasar akhirnya menetapkan empat remaja sebagai pelaku penganiayaan yang melibatkan geng motor perempuan di Bali. Mereka ditetapkan setelah polisi memeriksa mereka secara maraton berikut korbannya sepanjang Selasa, 7 Februari 2012 hingga dini hari.
“Saat ini sudah terbukti, empat orang di antaranya kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Polisi I Wayan Sunartha, Rabu, 8 Februari 2012.
Menurut Sunartha, dari hasil penyelidikan, baru empat pelaku yang dinyatakan terlibat penganiayaan. Mereka, kata Sunartha, mengaku menganiaya dengan cara memukul, menendang, dan menjambak rambut korban yang tinggal di seputar Sesetan, Denpasar Selatan. “Kami membekuk keempat pelaku di tempat berbeda setelah melacak identitas sepeda motor Yamaha Mio berplat DK yang terlihat dalam tayangan video,” katanya. Read more »
Video Kekerasan Cewek Bali Diunggah oleh Pelaku
Heboh video kekerasan remaja putri di Bali belakangan akhirnya terungkap. Video itu ternyata diunggah salah satu pelaku kekerasan yang diketahui geng motor Cewek Macho Performance (CMP) ke jejaring sosial. Maksudnya untuk mempermalukan KA, 16 tahun, gadis korban kekerasan itu di ranah publik. Namun ternyata, hal itu malah berbalik dan kemudian justru membuat kasus ini terungkap.
Menurut KA, dari tujuh penganiaya, satu diantaranya, yaitu RN, membuat gambar. Namun, salah satu dari pengeroyok dia, MR yang kala itu mengenakan kaos hijau meminta video itu ke RN dan berniat mengunggah video itu. “Kejadiannya sudah bulan Desember,” ujarnya di Denpasar, Selasa, 7 Februari 2012.
Niat mempermalukan itu akhirnya malah jadi bumerang bagi para pelaku. Begitu video itu diunggah, kecaman dan hujatan masyarakat datang bertubi-tubi melalui media jejaring sosial. Kasus ini bahkan akhirnya berujung pada laporan polisi. Polresta Denpasar kemarin melacak dan akhirnya membawa tujuh pelaku ke kantor polisi untuk diperiksa. Read more »

































